Perkembangan bahasa anak: keunggulan tumbuh dengan dua bahasa atau lebih
Bayi sudah mengenali dua bahasa di bulan-bulan pertama, anak dwibahasa tidak terlambat bicara, dan anak yang mendengar banyak bahasa lebih tepat memahami orang lain. Inilah temuan para peneliti, dan alasan bahasa sejak dini memudahkan seluruh keluarga pindah ke luar negeri.
Singkatnya
- Sejak bayi: bayi 4 bulan yang tumbuh dengan dua bahasa sudah mengenali keduanya sebagai bahasa yang akrab.
- Tidak terlambat bicara: jika kosakata kedua bahasa dijumlahkan, anak dwibahasa setara dengan anak satu bahasa.
- Komunikasi: bayi 16 bulan yang mendengar lebih dari satu bahasa lebih tepat memahami maksud orang yang berbicara.
- Atensi: anak dwibahasa usia 6 tahun mengungguli anak satu bahasa dalam kontrol eksekutif.
- Anak Indonesia: penelitian di Bandung dan pada keluarga Indonesia di Taiwan menunjukkan bahwa setiap bahasa butuh asupan rutin.
- Pindah ke luar negeri: kemampuan belajar tata bahasa bertahan hingga sekitar 17,4 tahun, jadi tahun-tahun awal paling menguntungkan.
- Empat atau lima bahasa: banyak anak Indonesia sudah tumbuh dengan bahasa daerah dan bahasa Indonesia; bahasa ketiga dan keempat menambah, bukan mengurangi.
Selengkapnya
Perkembangan bahasa anak dimulai jauh sebelum kata pertama. Bayi mendengar, membedakan bunyi, lalu mulai memahami maksud orang di sekitarnya. Banyak anak Indonesia sejak lahir sudah hidup di antara beberapa bahasa: bahasa Sunda, Jawa, Bugis atau Minang dari kakek dan nenek, bahasa Indonesia dari sekolah dan televisi, lalu bahasa Inggris. Meski begitu, banyak orang tua masih khawatir bahwa dua bahasa sekaligus membuat anak bingung atau terlambat bicara. Artikel ini merangkum penelitian yang terbit di jurnal ilmiah, termasuk karya peneliti Indonesia, tentang bicara, perhatian, ingatan dan komunikasi anak yang tumbuh dengan dua bahasa atau lebih, serta mengapa awal yang dini memudahkan anak beradaptasi ketika keluarga pindah ke luar negeri.

Bayi sudah membedakan bahasa sejak bulan-bulan pertama
Laura Bosch dan Núria Sebastián-Gallés dari Universitas Barcelona meneliti bayi usia 4 bulan dari keluarga satu bahasa dan dua bahasa. Hasilnya terbit di jurnal Cognition pada 1997. Bayi dari keluarga satu bahasa sudah membedakan bahasa Katalan dari bahasa Spanyol, dua bahasa yang bunyinya sangat mirip. Bayi dari keluarga dwibahasa tidak lebih menyukai salah satu dari dua bahasa yang mereka kenal. Ketika bahasa ibu mereka dipasangkan dengan bahasa Inggris atau bahasa Italia, kelompok dwibahasa menunjukkan pola yang sama: waktu reaksi yang lebih panjang untuk bahasa yang akrab. Pada usia empat bulan, otak bayi dwibahasa sudah memproses dua bahasa sebagai miliknya sendiri.
Mitos: dua bahasa membuat anak bingung dan terlambat bicara
Erika Hoff dan rekan-rekannya dari Florida Atlantic University membandingkan anak dwibahasa Inggris–Spanyol dengan anak satu bahasa pada usia 22 hingga 30 bulan, dengan latar belakang keluarga yang setara. Hasilnya terbit di Journal of Child Language pada 2012. Jika setiap bahasa dihitung sendiri-sendiri, anak satu bahasa memiliki kosakata dan tata bahasa yang lebih maju. Jika kosakata kedua bahasa dijumlahkan, kedua kelompok setara. Penulis menyimpulkan bahwa semua ukuran kosakata dan tata bahasa anak dwibahasa “were related to the relative amount of input in that language”, yaitu berkaitan dengan porsi waktu anak mendengar bahasa tersebut.
Artinya, anak dwibahasa tidak belajar lebih lambat. Anak membagi kosakatanya ke dua tempat, dan jumlah totalnya tetap sama dengan teman sebaya. Orang tua cukup menghitung kata anak dalam kedua bahasa. Jika anak terlambat bicara dalam semua bahasanya, itu alasan untuk menemui dokter anak atau terapis wicara, bukan alasan untuk menghentikan salah satu bahasa.
Memahami maksud orang lain
Zoe Liberman, Amanda Woodward, Boaz Keysar dan Katherine Kinzler dari Universitas Chicago menguji bayi usia 16 bulan. Hasilnya terbit di Developmental Science pada 2017. Di depan bayi ada dua mainan yang sama, misalnya dua mobil. Satu mobil terlihat oleh bayi dan oleh orang dewasa, mobil lainnya tertutup dari pandangan orang dewasa. Orang dewasa meminta mobil yang bisa ia lihat. Bayi satu bahasa memilih secara acak. Bayi yang terbiasa mendengar lebih dari satu bahasa secara konsisten memberikan mobil yang dimaksud. Hasil ini tidak bergantung pada seberapa banyak bayi mendengar bahasa lain. Para peneliti menyebut bahwa “the social benefits of multilingual exposure emerge in infancy”, yaitu manfaat sosial dari paparan banyak bahasa sudah muncul sejak bayi.
Kemampuan memahami sudut pandang orang lain sangat berguna di negara baru. Anak yang tahu bahwa guru dan teman barunya melihat dan memahami sesuatu secara berbeda lebih cepat membaca suasana kelas, taman bermain dan rumah teman dengan aturan yang berbeda dari rumahnya sendiri.
Perhatian dan kontrol diri
Raluca Barac dan Ellen Bialystok dari York University di Toronto menguji 104 anak usia enam tahun dalam empat kelompok: anak satu bahasa Inggris, anak dwibahasa Mandarin–Inggris, Prancis–Inggris dan Spanyol–Inggris. Hasilnya terbit di Child Development pada 2012. Pada tugas kontrol eksekutif, yaitu kemampuan memusatkan perhatian, menahan respons yang keliru dan berpindah aturan, semua kelompok dwibahasa berprestasi serupa dan “exceeded monolinguals”, yaitu melampaui anak satu bahasa. Keunggulan ini muncul apa pun pasangan bahasanya, latar budayanya dan bahasa sekolahnya.
Pada tugas bahasa, hasil terbaik dicapai anak dwibahasa yang bahasa sekolahnya sama dengan bahasa tes. Pelajaran bagi keluarga yang akan pindah: bahasa sekolah di negara baru akan tumbuh cepat, sedangkan bahasa rumah perlu dijaga secara sadar.
Belajar kata baru lebih cepat
Margarita Kaushanskaya dan Viorica Marian dari Northwestern University menguji orang dewasa yang tumbuh dengan dua bahasa sejak kecil, yaitu Inggris–Spanyol dan Inggris–Mandarin, serta orang dewasa satu bahasa. Hasilnya terbit di Psychonomic Bulletin & Review pada 2009. Peserta mempelajari kata-kata baru dengan bunyi yang asing bagi semua kelompok. Kedua kelompok dwibahasa mengungguli kelompok satu bahasa, dan penulis menyimpulkan adanya “a general bilingual advantage for novel word learning”, yaitu keunggulan umum orang dwibahasa dalam mempelajari kata baru. Keunggulan yang dibangun di masa kecil ini terbawa hingga dewasa, termasuk saat harus menguasai bahasa negara tempat tinggal yang baru.
Penelitian pada anak Indonesia
Isriani Hardini bersama Satomi Kawaguchi, Carol Reid dan Bruno Di Biase meneliti perkembangan kosakata dan tata bahasa Inggris anak taman kanak-kanak di Bandung, di sekolah dengan program dwibahasa. Hasilnya terbit di Asiatic: IIUM Journal of English Language and Literature pada 2019. Anak-anak dalam penelitian ini sudah hidup dengan bahasa Sunda sebagai bahasa utama lingkungan dan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional, lalu belajar bahasa Inggris di kelas. Peneliti mengamati dua kelompok, usia 4–5 tahun dan 5–6 tahun, selama satu semester, dengan fokus pada bentuk jamak kata benda. Penulis menegaskan bahwa hasilnya membantu memahami pendidikan bahasa Inggris dini di Indonesia dan negara Asia lain yang mendorong “learning English from an early age”, yaitu belajar bahasa Inggris sejak usia dini.
Madina Madinas meneliti anak-anak dari ibu Indonesia yang tinggal di Taiwan. Hasilnya terbit di ELT Prima Journal pada 2021. Anak-anak diukur kosakatanya dalam bahasa Indonesia, Mandarin dan Taiwan. Skor bahasa Indonesia mereka lebih rendah daripada Mandarin dan Taiwan, karena sebagian besar ibu berbicara dengan anaknya dalam bahasa Mandarin atau Taiwan yang terbatas, bukan dalam bahasa Indonesia. Penelitian ini menunjukkan hal yang sangat praktis bagi keluarga yang pindah ke luar negeri: bahasa keluarga bertahan jika orang tua terus menggunakannya dengan percaya diri di rumah.
Mengapa mulai sejak dini
Joshua Hartshorne, Joshua Tenenbaum dan Steven Pinker menganalisis jawaban 669.498 penutur bahasa Inggris, baik penutur asli maupun pembelajar. Hasilnya terbit di Cognition pada 2018. Kemampuan belajar tata bahasa bertahan hingga sekitar 17,4 tahun, lalu menurun bertahap. Untuk mencapai tingkat penutur asli, pembelajar harus mulai jauh sebelum usia itu. Bagi keluarga yang merencanakan pindah, artinya jelas: anak yang tiba di negara baru dengan dasar bahasa yang sudah kuat memulai sekolah tanpa tertinggal, berteman lebih cepat dan kelak bersaing di pasar kerja dengan bahasa yang benar-benar menjadi miliknya. Persiapan dokumen, sekolah dan adaptasi anak di tahun pertama kami bahas dalam artikel pindah bersama anak.
Pindah bersama anak: seluruh keluarga perlu status tinggal bersamaan
Kesalahan yang paling sering dialami keluarga dengan anak kecil adalah detail kecil: akta kelahiran yang belum diterjemahkan dan dilegalisasi, surat izin dari ayah atau ibu yang tidak ikut pindah, atau visa keluarga yang diajukan setelah visa utama. Murblz menyiapkan dokumen setiap anggota keluarga, mengatur urutan pengajuan agar semua mendapat status bersamaan, dan merencanakan pendaftaran sekolah di bulan pertama. Kami menjamin kerja profesional dan proses yang transparan.
Biaya pendampingan tergantung pada negara, jalur dan jumlah anggota keluarga; manajer kami menghitungnya di obrolan.
Keunggulan empat atau lima bahasa
Anak Indonesia punya titik awal yang istimewa. Banyak anak sudah tumbuh dengan bahasa daerah dan bahasa Indonesia. Bahasa Inggris menjadi bahasa ketiga, dan bahasa negara tujuan menjadi yang keempat atau kelima. Penelitian Barac dan Bialystok menunjukkan keunggulan kontrol eksekutif pada berbagai pasangan bahasa, dan bayi dalam penelitian Liberman mendapat manfaat komunikasi bahkan dari paparan bahasa lain yang sedikit. Setiap bahasa tambahan memperluas cara anak memahami orang lain.
Syaratnya adalah asupan yang rutin. Stephanie Place dan Erika Hoff meminta ibu dari 29 anak usia 25 bulan mencatat setiap hari bahasa apa yang didengar anak dan dari siapa. Hasilnya terbit di Child Development pada 2011. Porsi waktu anak mendengar sebuah bahasa memprediksi kemampuan anak dalam bahasa itu, dan jumlah orang berbeda yang berbicara bahasa Inggris dengan anak ikut berpengaruh. Keluarga yang ingin anaknya tumbuh dengan empat atau lima bahasa perlu memberi setiap bahasa tempat yang tetap setiap hari: bahasa daerah bersama kakek dan nenek, bahasa Indonesia di rumah, bahasa Inggris untuk dunia yang lebih luas, dan bahasa negara tujuan. Sesi singkat setiap hari lebih efektif daripada satu sesi panjang seminggu sekali.
Dalam praktik, rutinitas seperti ini mudah dibangun. Pagi hari saat sarapan, anak mendengar bahasa daerah dari nenek lewat telepon atau secara langsung. Siang hari bahasa Indonesia mengisi permainan dan cerita. Sore hari, beberapa menit bahasa Inggris bersama ayah atau ibu: menyebut nama benda di rumah, menunjuk gambar, menyanyikan lagu pendek. Menjelang pindah, bahasa negara tujuan masuk lewat lagu, buku bergambar dan percakapan sederhana. Kuncinya adalah konsistensi: bahasa yang sama pada waktu yang sama dan dari orang yang sama membantu anak memisahkan bahasa dengan jelas dan menikmati setiap bahasa sebagai bagian dari hari-harinya.
Untuk bahasa Inggris, panduan cara mengajari anak bahasa inggris di rumah dari Tatako menjelaskan sesi singkat seperti itu. Tatako adalah aplikasi kata pertama untuk orang tua dan anak bersama-sama: orang tua memimpin, anak mendengar sebuah kata, menemukannya di gambar, lalu mengucapkannya sendiri. Semuanya lewat mendengar dan berbicara, tanpa perlu membaca. Bahasa keluarga dan bahasa daerah tetap ada, bahasa Inggris ditambahkan kata demi kata. Tatako bisa dipakai di web, perangkat Apple dan Android: iPhone, iPad, ponsel dan tablet Android, serta komputer apa pun. Aplikasi ini dibangun berdasarkan penelitian psikologi kognitif dan psikologi anak, dimulai dengan bahasa Inggris, dan bahasa lain sedang disiapkan.
Bagaimana Murblz membantu keluarga dengan anak kecil
Anak yang siap secara bahasa adalah separuh dari kepindahan yang lancar. Separuh lainnya adalah status tinggal seluruh keluarga. Murblz memilih negara dan jalur yang sesuai dengan profesi, anggaran dan usia anak, menyiapkan dokumen orang tua dan anak secara lengkap, mengatur urutan pengajuan agar semua anggota keluarga mendapat status bersamaan, dan merencanakan sekolah untuk tahun pertama. Semua jalur izin tinggal kami rangkum di halaman izin tinggal di berbagai negara. Biaya layanan disampaikan oleh manajer kami sesuai permintaan.
Jika keluarga Anda sedang merencanakan pindah ke luar negeri bersama anak kecil, untuk bekerja, belajar atau menetap, spesialis Murblz menyusun rencana izin tinggal, dokumen dan tahun pertama anak di negara baru sesuai keadaan keluarga Anda. Rencanakan kepindahan keluarga
Pertanyaan umum
Apakah anak dwibahasa lebih lambat bicara?
Kapan sebaiknya anak mulai belajar bahasa kedua?
Bagaimana menjaga bahasa Indonesia anak setelah pindah ke luar negeri?
Apakah anak bisa belajar tiga atau empat bahasa sekaligus?
Bagaimana kemampuan banyak bahasa membantu anak beradaptasi di negara baru?
Tidak mau mengurus semuanya sendiri?
Kami mendampingi seluruh proses dari awal hingga akhir: kami mengecek dokumen Anda, memilih program yang sesuai dengan situasi Anda, dan memberi jangka waktu serta biaya yang jujur. Ajukan pertanyaan di obrolan: konsultasi gratis dimulai di sini. Pendampingan hukum di instansi pemerintah dan pengadilan ditangani spesialis Murblz bersama mitra yang berizin di negara tersebut.
Konsultan Murblz langsung menjawab di obrolan di halaman ini. Ceritakan situasi Anda - kita cari jalannya bersama.
Tinjau kasus saya gratisApa yang terjadi selanjutnya
- Ahli kami mempelajari situasi dan tujuan Anda.
- Kami menghubungi Anda lewat cara yang Anda pilih dan menjawab pertanyaan Anda.
- Anda mendapat rencana kerja, jangka waktu yang jujur, dan rincian biaya tertulis.